Pengertian Perilaku Konsumen adalah

Pengertian Perilaku KonsumenBeberapa tahun yang lalu, takkan terbayangkan akan ada saat dimana memesan layanan makanan, membeli kebutuhan rumah tangga, membayar tagihan, hingga memesan layanan antar-jemput bisa dilakukan hanya dengan satu aplikasi saja dan bahkan menjadi kebutuhan hampir semua orang di kota besar.

Pengertian Perilaku Konsumen adalah

Pengertian Perilaku Konsumen adalah

Atau dengan adanya climate emergency, orang-orang jadi beralih ke produksi dan konsumsi barang-barang yang memiliki branding ramah lingkungan.

Walaupun penggunaan barang ramah lingkungan sudah lama digunakan, misal pembungkus makanan dari daun pisang di pasar tradisional, tas belanja dan kotak bekal, namun ketenarannya mulai mencuat kembali dengan adanya climate emergency yang menuntut manusia untuk hidup secara sustainable agar perubahan iklim tidak berdampak kian buruk.

Dua hal tersebut membuktikan bahwa permintaan pasar selalu berubah. Memahami apa yang diinginkan oleh konsumen atau bagaimana konsumen melakukan proses konsumsi terhadap suatu barang atau jasa adalah salah satu hal yang perlu diketahui oleh pelaku usaha. Proses pencarian kebutuhan hingga evaluasi produk oleh konsumen merupakan salah satu bentuk perilaku konsumen.

Perilaku konsumen merupakan suatu kajian mengenai pembelian dan pertukaran yang melibatkan barang, jasa, pengalaman dan ide-ide.

Konsep pengalaman dan ide-ide berasal dari pengalaman yang dijanjikan oleh pemberi jasa atau produk kepada konsumen serta ide mengenai suatu produk seperti bagaimana gambaran produk tersebut di masyarakat, apakah jasa yang digunakannya akan mempermudah atau malah memberikan permasalahan untuknya kelak di kemudian hari, atau bagaimanakah konsumen mengevaluasi pilihannya dalam melakukan konsumsi suatu barang atau jasa.

Pada dasarnya suatu usaha selalu melibatkan pertukaran. Seorang pelaku usaha menawarkan jasa atau produk beserta informasi mengenai apa yang ditawarkan dan jaminan kepuasan produk.

Sedangkan konsumen memberikan uangnya sebagai tanda pertukaran atas jasa atau produk yang diberikan pelaku usaha. Pelaku usaha yang berusaha sebisa mungkin membuat produk atau jasanya diminati dan dicari oleh pasar tentu akan memasarkan produk atau jasanya semaksimal mungkin, bisa melalui pemberian informasi produk, iklan yang menarik emosi masyarakat, core value yang dimiliki dan yang membuatnya lebih unggul dari produk atau jasa lain di pasaran serta strategi pemasaran yang lain.

Namun, perlu diingat bahwa ketika memasarkan atau menjual suatu produk atau jasa, pelaku usaha harus tetap memperhatikan etika. Dalam hubungan pertukaran, kedua pihak yang melakukan pertukaran harus mengetahui secara penuh dan tidak memberikan informasi yang salah mengenai transaksi yang dilakukan.

Pelanggaran etika ini akan mempengaruhi baik bagaimana pengalaman konsumen yang akan berpengaruh ke keputusannya ketika akan melakukan konsumsi di kemudian hari.

Hal ini berlaku pula untuk konsumen dalam melakukan konsumsi. Proses evaluasi memang terjadi, namun konsumen tetap harus bertidak secara bertanggung jawab dalam proses pertukaran.

Ketidakpercayaan yang terbentuk selama proses pertukaran akan memengaruhi keputusan pelaku usaha dalam memberikan pelayanan kepada konsumen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Paling Terkini © 2018 Frontier Theme