Pengertian Hiposentrum dan Episentrum

Pengertian Hiposentrum dan Episentrum – Gempa bumi adalah salah satu tenaga di bumi yang dapat memberikan akibat pada kehidupan manusia.

Pengertian Hiposentrum dan Episentrum

Pengertian Hiposentrum dan Episentrum

Jika titik gempa kuat dan semakin dekat, maka kerusakan yang ditimbulkan akan semakin besar.  Pengertian Hiposentrum yaitu pusat titik gempa yang ada di dalam bumi.

Hiposentrum diukur melalui gelombang seismik. Gelombang seismik yaitu gelombang elastik yang memancarkan getaran di dalam dan di permukaan bumi.

hiposentrum adalah pusat gempa. Sehingga lokasi hiposentrum merupakan lokasi awal dari gempa bumi itu terjadi. Gempa bumi yang terjadi karene tektonisme dan vulkanisme pasti memiliki hiposentrum.

Tekanan yang ada di dalam bumi, akan menyebakan lapisan bumi bergetar, yang menghasilkan hiposentrum. Jika dekat dengan hiposentrum, maka gempa akan semakin terasa, dan kerusakan yang ditimbulkan akan semakin besar.

Hiposentrum yang ada di laut dan semakin dekat dengat dengan permukaan dasar laut lebih berbahaya, karena dapat menciptakan tsunami. Gempa bumi terbagi menjadi 3, berdasarkan kedalaman hiposentrumnya. Pembagian tersebut yaitu gempa bumi dangkal, gempa bumi sedang, dan gempa bumi dalam.

  • Gempa bumi dangkal jika letak hiposentrumnya berada pada kedalaman di atas 60 km dari permukaan bumi. Gempa bumi tipe ini merupakan gempa bumi yang merusak, karena hiposentrum berada dekat dengan permukaan bumi.
  • Gempa bumi sedang jika letak hiposentrumnya berada pada kedalaman antara 60 hingga 300 km dari permukaan bumi. gempa ini tidak terlalu merusak, karena titik hiposentrumnya tidak dekat dengan permukaan bumi.
  • Gempa bumi dalam jika hiposentrumnya berada pada kedalaman lebih dari 300 km dari permukaan bumi. gempa tidak ada rasanya dan tidak menghasilkan kerusakan pada permukaan bumi. gempa ini hanya dapat di deteksi dengan memakai alat bantu untuk mendeteksi gempa.

Pengertian Episentrum

Pengertian Hiposentrum merupakan pusat gempa atau dapat dikatakan sebagai titik pusat gempa. Sedangkan episentrum adalah gempa yang terjadi di permukaan bumi.

Episentrum dapat dikatakan sebagai gelombang hasil dari rambatan dari hiposentrum. Ketika hiposentrum menghasilkan satu titik gempa, gempa itu memiliki gelombang yang membentuk melingkar.

Gelombang tersebut semakin lama akan meleber dan menghilang. Episentrum adalah gelombang, hasil dari titik hiposentrum. Hal ini dapat diumpamakan pada air yang tenang. Saat air tenang, ada tekanan pada satu titik, maka timbul gelombang yang melebar dan semakin jauh dari pusat atau titik tekanan, gelombang tersebut akan semakin melebar, dan kemudia menghilang.

Episentrum bertugas membawa sisa gelombang dan menyebarkannya. Dapat dikatakan, episentrum medium yang bertugas meneruskan getaran ke permukaan bumi. episentrum adalah hasil dari hiposentrum. Untuk mengukur letak episentru, diperlukan sebuah metode.

Metode tersebut adalah metose LASKA. Metode LASKA merupakan metode yang menghitung selisih datangnya gelombang primer dan sekunder saat terjadinya gempa. Gempa bumi sendiri, dibedakan menjadi dua, berdasarkan episentrumnya. Yaitu gelombang primer dan gelombang sekunder

  • Gelombang primer merupakan gelombang yang merambat, dan berasal dari pusat gempa. Gelombang ini cepat, dan dapat merusak.
  • Gelombang sekunder merupakan gelombang yang merambat akan tetapi memiliki kecepatan yang lebih pelan. Gelombang ini ada setelah gelombang primer. Kekuatan gelombang sekinder lebih lemah dari gelombang primer.
Updated: Maret 19, 2019 — 7:06 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Paling Terkini © 2018 Frontier Theme