Panduan dan Cara Budidaya Cabai Rawit

Panduan dan Cara Budidaya Cabai Rawit – Siapa sih yang tidak menyukai jajanan gorengan? Rasanya jajanan gorengan di pinggir jalan selalu ‘memanggil’ untuk minta dibeli.

Nah, konsumsi jajanan gorengan pun tak lengkap bila tanpa cabai rawit. Namun, sebenarnya, bagaimana ya perjalanan cabai rawit dari berupa bibit hingga panen? Yuk, kita belajar cara budidaya cabai rawit!

Untuk mendapatkan cabai rawit yang unggul, tentunya kita harus memperhatikan lingkungan sekitar tempat tinggalnya juga. Cabai rawit dapat tumbuh dengan baik bila ditanam pada ketinggian 0-500 m dpl (di atas permukaaan laut). Sebenarnya, cabai rawit juga dapat tumbuh dengan baik bila ditanam di atas 500 m dpl.

Namun, waktu panennya lebih panjang. Tidak hanya lokasi tanamnya, jenis tanah tempat cabai rawit tumbuh pun perlu diperhatikan seperti, taanah gembur, kaya akan bahan organik, dan memiliki pH netral (6-7).

Jika kondisi tanah masam, perlu dilakukan pemberian kapur pertanian saat 2-3 minggu sebelum proses penanaman. Proses pemberian kapur pertanian dilakukan dengan penaburan tipis di permukaan tanah yang dilanjutkan dengan pencampuran rata dengan tanah.

Pembibitan

Pembibitan adalah suatu rangkaian proses penyediaan bahan tanaman yang berasal dari benih tanaman atau bahan tanaman dari organ vegetatif tanaman untuk menghasilkan bibit yang siap ditanam pada lahan.

  • Perlakuan awal benih

Persemaian bibit cabai rawit diawali dengan perendaman benih di dalam air hangat bersuhu sekitar 50oC selama 1 jam atau di dalam larutan fungisida Perivicur N (1%) selama 30 menit. Setelah dilakukan perendaman, benih ditiriskan. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses perkecambahan serta menghilangkan hama/penyakit yang terbawa benih.

  • Pembuatan media persemaian

Media persemaian dibuat dari campuran tanah halus dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Media tersebut ditempatkan dalam kotak plastik atau kayu dan sebaiknya proses persemaian dilakukan di rumah plastik atau kaca. Persiapan media persemaian ini dilakukan satu minggu sebelum benih disemai.

Penyemaian benih

Benih cabai rawit disemai pada kotak media persemaian dengan jarak 5 cm antar benihnya. Setelah disemai, benih ditutup dengan lapisan tanah halus dan disiram secukupnya. Selanjutnya, kotak persemaian ditutup dengan karung basah atau daun pisang. Benih diperkirakan bercambah sekitar 7-8 hari. Setelah benih berkecambah, tutup karung basah atau daun pisang pun dapat dibuka.

Penyapihan/pembumbungan

Proses penyapihan/pembumbungan dilakukan setelah bibit menumbuhkan 2 helai daunnya, yang diperkirakan 7-14 hari. Bumbungan dibuat dari plastik koker berukuran 7×11 cm yang selanjutnya diisi oleh media dengan komposisi yang sama dengan media persemaian (campuran tanah halus dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1). Nantinya, setelah berumur 3-4 minggu dalam bumbungan (30-35 hari setelah penyemaian atau sudah membentuk 4-6 helai daun dengan tinggi 5-10 cm), bibit siap ditanam.

Persiapan lahan

Bedengan pada lahan penanaman cabai rawit dibuat dengan lebar 1-1,2m, tinggi 40-50cm, dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan. Jarak antar bedeng sebesar 40-50 cm dengan mempertimbangkan proses drainase agar berjalan dengan baik. Selanjutnya, dilakukan pemberian bubuk kandang saat pengolahan tanah.

Permukaan bedengan pun dibuat setengah lingkaran untuk mempermudah permasangan mulsa plastik hitam perak. Mulsa hitam perak tersebut nantinya dilubangi untuk proses penanaman dengan menggunakan kaleng panas. Lubang tanam tersebut dibuat dengan diameter 20-25 cm dan kedalaman 15-20cm, serta jarak antar tanam sebesar 70 cm x 70 cm. Lubang tanam ini dibuat 1 malam sebelum proses penanaman.

Pemeliharaan

Untuk memelihara tanaman cabai rawit diperlukan perhatian terhadap hal-hal berikut, yaitu:

  1. Penyiraman atau pengairan sesuai kebutuhan agar tidak tergenang air dan tidak kekeringan terutama pada musim kemarau
  2. Mencabut gulma yang tumbuh
  3. Pengendalian hama

Seperti tanaman lainnya, tentunya tanaman cabai rawit juga memiliki potensi gangguan dari berbagai macam hama. Hama bagi tanaman cabai rawit bisa berupa hama lalat buah yang dapat dikendalikan dengan pemasangan perangkap. Selain itu, terdapat pula hama pengisap (kutu daun, trips, kutu tebul) yang dapat dikendalikan dengan pemasangan mulsa plastik hitam perak dan pemasangan perangkap.

  1. Membuang bibit yang terserang hama
  2. Proses pemupukan saat pembuatan bedengan dilakukan dengan pupuk yang memiliki komposisi:
  • 10-30 ton/ha pupuk kandang
  • Urea 200-300 kg/ha
  • SP36 200-300 kg/ha
  • KCl 150-250 kg/ha

Panen

Pada saat panen, sebaiknya lakukan pemisahan buah yang rusak dan buah yang bagus. Selanjutnya, buah yang bagus tersebut dipanen dengan dimasukkan dalam karung jala, disimpan di tempat yang kering dan sejuk serta memiliki sirkulasi udara yang baik.

Nah, ternyata budidaya cabai rawit ini sangat menarik, ya. Udah siap mencobanya?

Updated: April 7, 2019 — 5:30 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Paling Terkini © 2018 Frontier Theme