Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jewawut

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jewawut – Jewawut adalah tanaman budidaya pangan yang sangat penting. Bahkan, di jaman dahulu, beberapa daerah pedalaman Indonesia menjadikan tanaman Jewawut sebagai makanan pokok masyarakat. Namun kini sudah tidak lagi semenjak ditemukannya cara budidaya tanaman padi.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jewawut

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jewawut

Tanaman yang banyak ditemukan di daerah Sulawesi ini memiliki kandungan nutrisi yang tidak kalah dengan kandungan nutrisi beras. Bahkan kandungan kalsium dan mineralnya masih lebih tinggi. Maka dari itu, tanaman ini masih dibudidayakan oleh banyak petani sampai saat ini.

Nah, pada artikel kali ini kami akan merilis cara mengendalikan hama dan penyakit tanaman Jewawut agar aktivitas membudidayakan lebih maksimal sehingga hasil panen memuaskan.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jewawut

Pengendalian hama tanaman jewawut tidak boleh asal-asalan. Kalau sembarangan justru tanaman menjadi rusak. Biasanya tehnik pengendalian disesuaikan dengan jenis hama dan penyakit yang menyerang.

  1. Pyricularia Setariae

Penyakit ini biasanya menyerang tanaman saat musim hujan. Akibatnya, buah yang sudah besar banyak yang berjatuhan ke tanah. Gejala penyakit ini adalah munculnya bintik-bintik lebar di area daun yang mulai mengering.

Cara pengendaliannya adalah menyemprotkan fungisida berdosis ringan untuk menghentikan penyebaran penyakit agar tidak semakin meluas.

  1. Karat

Karat adalah penyakit tanaman jewawut yang disebabkan oleh jamur. Penyakit ini menyerang tanaman beberapa saat sebelum musim bunga. Awal terjadinya serangan adalah menyerang daun. Jika tidak segera dicegah, serangan akan menyebar hingga ke daerah biji.

Cara pengendaliannya adalah menyemprotkan Mancozeb ukuran 2.5 liter ketika gejala awal baru bermunculan.

  1. Luka Api

Luka api merupakan penyakit kronis yang menyerang tanaman jewawut. Jika sudah menyerang, tanaman jewawut bisa gagal untuk dipanen.

Cara pengendaliannya adalah menyeduh benih ke dalam cairan tembaga sulfa dengan ukuran 2 % selama 30 menit atau menyemprot benih dengan carbendazim dosis 2 kg sebelum ditanam.

Itulah pengendalian hama dan penyakit tanaman jewawut. Dengan cara ini, tanaman jewawut bisa tumbuh maksimal tanpa gangguan pada daun, batang, bunga maupun bijinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Paling Terkini © 2018 Frontier Theme