Cara Budidaya Bawang Merah

Cara Budidaya Bawang Merah – Bawang Merah (Allium Ascalonicum L) merupakan tanaman semusi dan masuk dalam keluarga Lilycea. Bawang merah adalah tanaman yang berasal dari Asia Tengah, dan merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sering digunakan sebagai penyedap masakan.

Selain itu, bawang merah juga mengandung gizi dan senyawa yang tergolong zat non gizi serta enzim yang bermanfaat untuk terapi, serta meningkatkan dan mempertahankan kesehatan tubuh manusia.

Kebutuhan bawang merah di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan sebesar 5%. Hal ini sejalan dengan bertambahnya jumlah populasi indonesia yang setiap tahunnya juga mengalami peningkatan.

Untuk meningkatkan nilai produksi bawang merah dibutuhkan upaya budidaya yang benar, agar menghasilkan hasil yang optimal. Berikut adalah langkah-langkah budidaya bawang merah.

Sebelum melaksanakan budidaya bawang merah, perlu diperhatikan persyaratan penanaman bawang merah, antara lain:

Iklim :

  • Suhu udara 25-32°C
  • Kelembaban udara 50-70%
  • Penyinaran minimal 70%
  • Beriklim kering, tipe iklim D3/E3 yaitu antara (0-5) bulan basah dan (4-6) bulan kering

Tanah :

  • Aluvial
  • pH tanah : 5,6 –6,5

Ketinggian tempat :

  • 0 –1000 m dpal

Perencanaan Tanam

a. Pemilihan lokasi tanam

  • Dekat dengan sumber air.
  • Bukan bekas tanaman terong-terongan (terong, tomat, cabai, dan kentang).
  • Bukan daerah endemik penyakit layu bakteri dan layu fusarium.
  • Disarankan bekas tanaman padi, jagung, atau tebu.

b. Sistem tanam

  • Tumpanggilir di lahan terbuka
  • Tumpanggilir di dalam rumah kasa (Netting house)

b. Pola tanam

Pola tanam bawang merah adalah sebagai berikut,

Waktu tanam

  • Untuk menghindari terjadinya ledakan serangan ulat bawang, waktu tanam yang tepat adalah April s.d Juni.
  • Untuk menghindari terjadinya ledakan serangan penyakit trotol, waktu tanam tepat adalah September s.d Oktober.

Pemilihan varietas

Musim kemarau:

  • Bima Curut, Sembrani, Katurni, dan Maja.

Musim penghujan:

  • Bangkok, Filiphina, Bima Curut, Sembrani, dan Katurni

Pengolahan Lahan

  • Jerami padi dihamparkan di atas lahan atau dibakar
  • Dibuat bedengan pertanaman dengan lebar 1,5 –1,75 m
  • Dibuat saluran air dengan lebar 0,5 m dan kedalaman 0,5 m (tanah dibiarkan satu minggu)
  • Pencangkulan pertama di atas bedengan (tanah dibiarkan satu minggu)
  • Pencangkulan kedua (tanah dibiarkan satu minggu)
  • Pencangkulan ketiga (7 hari sebelum tanam)

Pemupukan

  • Lakukan pendangiran sebelum dilakukan pemupukan
  • Dua hari sebelum dipupuk, tanaman tidak boleh disiram
  • Lakukan penyiraman dengan segera setelah dilakukan pemupukan
  • Pemupukan dilakukan di atas bedengan pertanaman

Penanaman

  • Untuk mencegah serangan penyakit layu fusarium, sebelum ditanam benih bawang merah diberi perlakuan dengan fungisida Mankozeb (100 kg benih + 100 g fungisida), selanjutnya benih disimpan di dalam karung plastik selama 1-2 hari
  • Jarak tanam yang dianjurkan adalah 15 cm x 20 xm atau 20 cm x 20 cm
  • Benih ditanam dengan cara dibenamkan seluruh bagian umbi ke dalam tanah

Pengairan

  • Umur 0-5, dilakukan 2 kali penyiraman/hari (pagi dan sore hari)
  • Umur 6-25, dilakukan 1 kali penyiraman/hari pada pagi hari
  • Umur 26-50, dilakukan 2 kali penyiraman/ hari (pagi dan sore hari)
  • Umur 51-60, dilakukan 1 kali penyiraman/ hari pada siang hari

Penyiangan

  • Penyiangan bertujuan untuk menghilangkan tumbuhan pengganggu (gulma) yang dijadikan inang bagi OPT.
  • Penyiangan dilakukan sesuai dengan kebutuhan di lapangan (minimal setiap 4 minggu sekali)

Panen dan Penanganan Segar

  • Panen pada umur 50 s.d. 55 hari (konsumsi)
  • Panen umur 60-70 hari (untuk benih)

Ciri-ciri bawang merah siap panen,

  • Pangkal daun sudah lemas
  • Daun berwarna kuning
  • Umbi sudah kompak, menyembul ke permukaan tanah
  • Umbi berwarna merah tua keunguan
  • Sebagian besar tanaman telah rebah

Baca Juga :

Penanganan segar,

  • Pelayuan dengan cara penjemuran daun untuk mendapatkan kulit umbi berwarna merah dan berkilau (2-3 hari) di bawah sinar matahari langsung.
  • Pengeringan dengan cara menjemur umbi bawang merah di bawah sinar matahari langsung (7-14 hari) dengan melakukan pembalikan setiap 2-3 hari.
Updated: Januari 25, 2019 — 3:53 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Paling Terkini © 2018 Frontier Theme