Bentuk Bentuk Mobilitas Sosial

Bentuk Bentuk Mobilitas Sosial – Sosiologi merupakan salah satu ilmu yang di dapatkan sewaktu kita masih duduk di bangku sekolah dan ternyata ilmu ini masih akan tetap kita gunakan sampai kapan pun.

Bentuk Bentuk Mobilitas Sosial

Bentuk Bentuk Mobilitas Sosial

Pada dasarnya sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari perilaku sosial yang terjadi di dalam masyarakat, baik yang terjadi antar individu, antar kelompok, maupun individu dengan kelompok. Perilaku sosial yang terjadi dalam masyarakat lekat kaitannya dengan bentuk-bentuk mobilitas sosial.

Mobilitas sosial terdiri dari mobilitas yang artinya pergerakan dan juga sosial yang erat kaitannya dengan kehidupan bermasyarakat. Pergerakan yang dimaksud adalah terjadinya perubahan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

Adanya perubahan di dalam masyarakat terjadi setiap waktu dan erat kaitannya dengan stratifikasi sosial (pergerakan masyarakat dari lapisan ke lapisan sosial lainnya).

Sifat manusia yang dinamis tidak dapat menghentikan adanya perubahan di didalam kehidupan sosial ketika bermasyarakat. Untuk itu, mobilitas sosial menjadi salah satu hal penting yang harus dipelajari dalam kehidupan sosial.

Umumnya bentuk mobilitas sosial di dalam sosiologi dibedakan menjadi 5 jenis, yaitu :

  1. Mobilitas sosial horizontal

Mobilitas sosial horizontal merupakan mobilitas yang tidak mengalami penurunan maupun peningkatan, karena pada mobilitas sosial horizontal yang terjadi adalah peralihan.

Mobilitas sosial horizontal biasanya terjadi peralihan status sosial atau wilayah. Kelompok individu maupun individu yang mengalami mobilitas sosial horizontal akan tetap akan memiliki tingkatan yang sama, hanya terjadi peralihan dalam hal tersebut.

Contoh kasus untuk mobilitas sosial horizontal adalah ketika seorang karyawan yang memiliki jabatan sebagai staff keuangan dipindahkan ke kantor lain dengan kedudukan yang sama.

  1. Mobilitas sosial vertical

Mobilitas sosial vertical merupakan mobilitas yang melibatkan terjadinya perubahan pada individu yang melibatkan objek dalam lingkungan sosial masyarakat.

Perubahan tersebut melibatkan terjadinya peningkatan maupun penurunan di dalam status sosial, seperti kekayaan, kekuasaan, pendidikan,  maupun kelompok sosial.

Contoh untuk kasus mobilitas sosial vertical adalah ketika seorang pengusaha dengan kekayaan finansial yang melimpah harus mengalami penurunan finansial karena negara sedang mengalami defisit.

  1. Mobilitas sosial antar generasi

Mobilitas sosial antar generasi adalah terjadinya pola perkembangan taraf kehidupan antara dua generasi. Perkembangan taraf kehidupan dalam mobilitas sosial antar generasi ditandai dengan perpindahan status sosial dari generasi satu ke generasi lainnya (generasi kakek-nenek kepada generasi cucu atau generasi ayah-ibu kepada anak-anaknya). Perkembangan tersebut sifatnya dapat menurun maupun meningkat.

Contoh kasus untuk mobilitas sosial antar generasi adalah saat generasi ayah-ibu tidak mencapai pendidikan sarjana atau pun setara dengan pendidikan tersebut, kemudian generasi ayah-ibu tersebut berhasil membuat anak mereka meraih gelar pendidikan sarjana, sehingga terjadi kenaikan status sosial pada generasi anak-anak mereka.

  1. Mobilitas sosial intragenerasi

Mobilitas sosial intra generasi merupakan mobilitas yang dampaknya hanya akan dirasakan oleh generasi tersebut saja. Singkatnya, mobilitas sosial intra generasi adalah terjadinya perpindahan status sosial baik pada individu maupun kelompok individu pada generasi yang sama, dimana perpindahan status sosial tersebut dapat meningkat maupun menurun.

Contoh kasus untuk mobilitas sosial intra generasi adalah ketika seorang individu dari generasi 90-an berhasil menjadi seorang CEO termuda di Asia Tenggara, maka generasi 90-an akan dipandang sebagai generasi sukses oleh generasi tersebut.

  1. Mobilitas sosial geografi

Mobilitas sosial geografi merupakan perubahan yang terjadi dalam masyarakat terkait perpindahan individu hingga kelompok individu dari satu daerah ke daerah yang lain.

Seringnya mobilitas sosial geografi ini  disebabkan karena terjadinya transmigrasi, migrasi, serta urbanisasi. Contoh kasus  untuk mobilitas sosial geografi adalah perpindahan penduduk WNA ke Indonesia karena terjadinya suatu bencana di negara mereka.

Baca Juga : Dampak dari Urbanisasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Paling Terkini © 2018 Frontier Theme